06 Lambang atau Tanda Jabatan Hakim

 

SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG 

NOMOR 4 TAHUN 1996 

TENTANG

LAMBANG/TANDA JABATAN HAKIM 

 

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK   INDONESIA 

 Jakarta, 13 Agustus 1996 

 

Nomor :       M.A./Kumdil/176/VIII/K/1996 

                 Kepada Yth: 

  1. Sdr. KETUA PENGADILAN TINGGI 
  2. Sdr. KETUA PENGADILAN TINGGI AGAMA

        3. Sdr. KETUA PENGADILAN TINGGI TUN

       4. Sdr.  KETUA  PENGADILAN NEGERI

       5. Sdr. KETUA PENGADILAN AGAMA 

       6. Sdr. KETUA PENGADILAN TUN 

        di

         Seluruh Indonesia 

 

SURAT EDARAN 

NOMOR 4 TAHUN 1996 

 

  1. Bahwa berdasarkan Pasal 10 Undang-undang No. 14 tahun 1970, maka Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum, lingkungan Peradilan Agama, lingkungan Peradilan Militer dan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara yang berpuncak pada Mahkamah Agung RI. 
  2. Bahwa dibedakannya lingkungan-lingkungan peradilan terebut adalah hanya semata mata berkenaan dengan Kewenangan Lingkungan peradilan itu sendiri dalam mengadili perkara-perkara tertentu atau mengenai golongan rakyat tertentu, akan tetapi tidak membedakan tentang kedudukan Hakim di Indonesia sebagai pelaksana kekuasaan Kehakiman berdasarkan asal tersebut di atas. 
  3. Mengingat tata cara berpakaian dinas bagi Hakim di lingkungan Peradilan Umum, lingkungan Peradilan Agama, dan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara sebagai Pegawai Negeri Sipil telah ditetapkan dalam bentuk Pakaian Sipil Harian (PSH), Pakaian Sipil Resmi (PSR), Pakaian Sipil Lengkap (PSL), maka perlu ditentukan penggunaan lambang/jabatan Hakim sebagaimana terlampir dalam Surat Edaran ini. 
  4. Bahwa lambang Hakim tersebut berwarna kuning emas, dengan dibubuhi tulisan "PENGAYOMAN" yang bagi Hakim Pengadilan Tingkat pertama tulisan pengayoman tersebut terletak di atas dasar warna putih, sedang bagi Hakim Pengadilan Tingkat Banding tulisan Pengayoman tersebut terletak di atas dasar warna merah. 
  5. Bahwa tata cara penggunaan dan ukuran lambang Hakim dalam berpakaian PSH, PSR, dan PSL adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran III Surat Edaran ini. Demikianlah agar diperhatikan dengan sungguh-sungguh. 

 

 

KETUA MAHKAMAH AGUNG RI 

Ttd.

H. SOERJONO, SH. 

 

LAMPIRAN I 

SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG 

NOMOR 4 TAHUN 1996 

TENTANG

LAMBANG/TANDA JABATAN HAKIM 

 

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA 

  

LAMBANG/TANDA JABATAN BAGI HAKIM PENGADILAN TINGKAT 

PERTAMA

 

 

 

 

 

Warna                  :     Kuning Emas 

 

Ukuran                :     A-B                          = 3 cm 

                                 C-D                         = 2,3 cm 

                                  E-F                                       = 2,3 cm. Untuk digunakan sewaktu ber-

PSH/PSR

                                 G-H                         = 2 cm 

 

Ukuran                :     A-B                          = 2 cm 

                                 C-D                         = 1,6 cm 

                                  E-F                         = 1,6 cm. Untuk digunakan sewaktu ber-PSL 

                                 G-H                        = 1,4 cm 

 

 

LAMPIRAN II 

SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG 

NOMOR 4 TAHUN 1996 

TENTANG

LAMBANG/TANDA JABATAN HAKIM 

 

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA 

 

LAMBANG/TANDA JABATAN BAGI HAKIM PENGADILAN TINGKAT PERTAMA 

 

Warna              :    Kuning Emas 

 

Ukuran             :    A-B                                = 3 cm 

                           C-D                                 = 2,3 cm 

                          E-F                                             = 2,3 cm. Untuk digunakan sewaktu ber-

PSH/PSR

                           G-H                                = 2 cm 

 

Ukuran             :    A-B                                = 2 cm 

                           C-D                                 = 1,6 cm 

                           E-F                                 = 1,6 cm. Untuk digunakan sewaktu ber-PSL 

                           G-H                                = 1,4 cm 

 

  

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA 

 

MAKNA LAMBANG/TANDA JABATAN HAKIM 

 

  1. BINTANG =       KETUHANAN YANG MAHA ESA 
  2. CAKRA   =          Senjata ampuh dari Dewa Keadilan yang mampu memusnahkan 

segala kebatilan, kedhaliman dan ketidak adilan : lambang KEADILAN 

  1. CANDRA = Bulan menerangi segala tempat yang gelap, sinar penerangan dalam kegelapan lambang KEBIJAKSANAAN.
  2. SARI = Bunga yang semerbak wangi, mengharumi kehidupan masyarakat; lambang BUDI LUHUR. 
  3. TIRTA = Air yang membersihkan segala kotoran di dunia mensyaratkan, bahwa seorang Hakim harus bersih dan jujur dalam mengemban tugasnya. 

 

SIFAT-SIFAT TERPUJI HAKIM -       Seorang Hakim adalah ia yang selalu: 

  • taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, 
  • adil dalam cipta, rasa, karsa dan karyanya; 
  • bijaksana dalam tutur lakunya; 
  • berbudi luhur; serta 
  • bersih dan jujur dalam hidupnya. 

 

LAMPIRAN III 

SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG 

NOMOR 4 TAHUN 1996 

TENTANG

LAMBANG/TANDA JABATAN HAKIM 

 

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA 

 

Gambar 1 

 

1.       TANDA JABATAN HARIAN 

digunakan/disematkan di atas saku kiri PSH/PSR dalam jarak 3 cm. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2

2.       TANDA JABATAN UPACARA 

digunakan/disematkan pada krah sebelah kiri.